KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa’ Gym adalah salah seseorang nara sumber Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One, Selasa (8/11/2016) malam. Di ILC bertopik “Setelah 411” itu, Aa’ Gym menerangkan kalau yang menggerakkan demo 4 November yaitu masalah rasa.
“Banyak yang aneh Pak. Ini bagaimana menyatukan orang sejumlah ini. Saya sangka tak ada partai mana juga yang mampu Pak. Tak ada tokoh mana juga, benar?, ” kata Aa’ Gym.
“Jadi bila ada yang nanya apa yang menggerakkan orang, saya juga mikir mengapa saya turut bergerak, ” lanjut Aa’ Gym disambut tawa.
“Padahal rada kurang tertarik demo-demo terkecuali demo masak, Pak. Lantaran dapat dibagi. Nyatanya pak, saya kontrol ke hati ini, oh... ini bergerak ngongkos sendiri. Semuanya permasalahan hati Pak. Jadi ada rasa disini yang mungkin saja tak dapat diterangkan serta orang yg tidak merasakannya akan tidak tahu. Jadi ada rasa disini, ” papar Aa’ Gym sambil menunjuk dadanya.
16px ; "
Aa Gym lalu bikin ilustrasi mengenai rasa itu, sekalian mengenai masalah penistaan agama yang dikerjakan Ahok.
“Ini ilustrasi simpel Pak ya. Bila ada... ini ilustrasi simpel, ada rasa. Ada guru, ulama yang menyampaikan, ‘Ibu-ibu, janganlah makan babi lantaran untuk umat Islam babi ini tak bisa dikonsumsi ya. Dalilnya Surat Al Maidah ayat 3. Gitu ya Bu. ’ Nah, selalu ada yang umpamanya pedagang babi menyampaikan, atau siapa yang beli babi menyampaikan, ‘Ibu-ibu, janganlah ingin dibohongi gunakan Al Maidah ayat 3. ’”
“Wah, jadi heran kita, ini siapa? Mengapa gunakan ngomong-ngomong Al Maidah. Bila sukai makan babi ya telah silakan saja, namun ini lokasi yang lain. Nyeleket sini Pak. Mengapa Ustadz yang ngajarin dikira bohong, mengapa Al Maidah dikira alat kebohongan. Itu sederhananya Pak. Halo, Pak, demikianlah yang saya rasakan, ” Aa’ Gym menyadarkan seisi ruang ILC dengan menegur halo pak, bahkan juga tampak Karni Ilyas juga agak terperanjat lalu tertawa.
“Jadi sebelumnya mendengar fatwa beberapa ulama gitu Pak, lho ini tidak pas. Ini tak baik. Ini melampaui batas. Ini ada kekeliruan ini. Bila ingin kampanye ya silakan lah itu masalah semasing. Namun bila telah lokasi menyampaikan ini dibohongi, bermakna ada ulama yang berbohong, lantas Al Quran disebut-sebut, ini punya potensi permasalahan. Saya terasa gitu Pak. O, ini akan banyak nih yang rasakan seperti yang saya rasakan. ”
“Makanya saat itu ada yang nanya, mengapa Aa’ milih demo? Lantaran saya terasa dengan cara pribadi gitu Pak ada rada telat ini. Ini permasalahan utama serta besar, peka, namun rasa-rasanya agak telat tanggapan yang saya berharap. Tidak tahu mungkin saja orang lain juga memikirkan yang sama. Ayah Presiden juga tak keluarkan statemen apapun mengenai ini. Aslinya. Saya fikir, bahaya ini. Saya ketahui di susunan bawah Pak gejolaknya seperti apa. Ya ikutan lah. Siapa tahu saya ikut-ikutan, ada pengertian lebih kalau ini bukanlah permasalahan simpel. Walau sebenarnya saya di demonya juga sisi nyapu saja Pak. ”
