Polisi membeberkan hasil kontrol paling akhir masalah penistaan agama yang disangka dikerjakan Ahok dalam ucapannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
Bareskrim Mabes Polri meyakinkan kontrol pada 15 saksi masalah sangkaan penistaan agama yang menjerat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, nyaris usai.
Minggu depan, bakal ditetapkan bagaimana posisi masalah itu. Apakah ditingkatkan ke penyidikan atau malah membutuhkan penambahan kontrol saksi yang lain.
Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan, sekarang ini sudah di check 11 saksi. Tetapi, masihlah ada empat saksi pakar lain yang bakal di check.
”Pekan ini kontrol pada saksi bakal usai, ” tuturnya.
Begitu, lanjutan masalah itu pasti bakal ditetapkan dengan gelar perkara minggu depan.
Dalam gelar perkara itu bakal diperhitungkan bagaimana lanjutan masalah itu.
”Ada sebagian pilihan rangkuman, ” tuturnya.
Terkecuali tingkatkan masalah dari penyelidikan ke penyidikan, ada peluang penyidik memperhitungkan kontrol pada saksi yang lain.
Hal itu tergantung dari hasil gelar perkara. ”Apakah bukti telah komplit atau tak, ” tegasnya.
Pada umumnya bakal dilihat apakah dalam pristiwa yang disangka menistakan agama itu tersedapat beberapa unsur, salah satunya, ada kemauan untuk lakukan kejahatan berbentuk menistakan agama.
Dengan cara tehnis, semuanya kalimat serta kata yang dimaksud oleh Ahok bakal dianalisa oleh pakar.
”Ahli bhs menganalisa apa yang disampaikan serta pakar tafsir memberi info apakah memanglah berlangsung penistaan atau tak. Semuanya bakal mengarahkan bagaimana masalah itu, ” tutur bekas Kapolda Banten itu.
Yang lebih paling utama, Boy menyampaikan kalau orang-orang diinginkan bersabar dengan pengusutan masalah itu.
Kepolisian pastinya akan mengolah masalah itu dengan profesional.
”Kalau ada yang mengemukakan pendapat di depan umum berkaitan masalah itu, silakan. Namun dihimbau untuk mentaati hukum, ” tuturnya.
Menurut dia, sampai sekarang ini kepolisian belum memperoleh info berapakah jumlah orang yang bakal ikut serta dalam penyampaian pendapat di depan umum itu.
Pasti, Korps Bhayangkara mengharapkan peserta unjuk rasa dapat memberi info itu.
”Peralatan peraga yang dibawa juga butuh untuk diberitakan, ” katanya.
Sampai tempo hari kepolisian masihlah menanti info jumlah peserta unjuk rasa. Sebab, hal itu terkait dengan gagasan pengamanan.
”Kami tunggulah kerjasamanya untuk bekerjasama, supaya dapat memastikan berapakah jumlah pengamanan yang dibutuhkan, ” terangnya.
Boy mengungkap, sekarang ini sudah ada 18 ribu personil Polri serta TNI dalam posisi standby.
Ada yang telah bersiap di lokasi serta ada yang masihlah di lokasi yang cukup jauh.
”Kami bakal gerakkan sesuai sama keadaan yang berkembang, ” tuturnya.
