Pengamanan tindakan unjuk rasa ormas Islam pada 4 November yang akan datang siap dikerjakan. Pihak Mabes Polri mengakui akan mengaplikasikan perintah tembak ditempat, apabila unjuk rasa berjalan kacau.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus S menyampaikan, untuk perintah tembak ditempat, tak dan merta segera dikerjakan tanpa ada prosedur.
" Itu yaitu satu bagian akhir dari aksi kepolisian. Dari peringatan, pemakaian tangan kosong, hingga yang ketujuh memakai senjata, " ungkap Martinus di Mabes Polri, Senin (31/10).
Martinus memaparkan, pihaknya sejak dari awal sudah lakukan komunikasi supaya beberapa pengunjuk rasa dapat lebih teratur waktu beraksi pada 4 November yang akan datang. Pihaknya, kata Martinus, sudah lakukan langkah persuasif lebih dahulu.
" Saya sangka sepanjang sebagian bebrapa aktivitas tindakan yang dikerjakan elemen orang-orang apa sajakah, itu kan tidaklah sampai berlangsung ada penembakan, " tuturnya.
Dia mengaku, pemakaian senjata dalam tindakan unjuk rasa memanglah jadi kewenangan dalam Polri. Namun, kata dia, pemakaian senjata yaitu pilihan paling akhir dari sebagian aksi. Pasti mesti sesuai sama prosedur yang sudah diputuskan.
" Itu pilihan paling akhir dari sebagian aksi kita yang perlu dilewati prosedurnya, " kata Martinus.
Dia mengimbau, supaya beberapa pengunjuk rasa dapat teratur dalam lakukan aksinya. Supaya terhidar dari segalanya yang merugikan.
" Mari kita lakukan tindakan dengan teratur, lantaran ada orang-orang juga yang beraktivitas hingga kita perlu ketertiban didalam lakukan tindakan itu, " ujarnya. (mi)
