HEBAT!!! Inilah Jawaban Ahlu Sunnah yang Menampar Seluruh Kaum Wahabi Salafi Tentang Siapa yang Menahlili Rasulullah?? Tolonga Bagikan pada Semua Umat Islam
HEBAT!!! Inilah Jawaban Ahlu Sunnah yang Menampar Seluruh Kaum Wahabi Salafi Tentang Siapa yang Menahlili Rasulullah?? Tolonga Bagikan pada Semua Umat Islam



Assalamu’alaikum
Tempo hari tempo hari salafi wahabi banyak ramai mengupload
gambar yang saya lampirkan, seakan olah mereka ada di
jalan yang benar serta berasumsi untuk yang tidak dapat
menjawabnya dikira tak mengerti ISLAM menurut
mereka
isi gambar itu yaitu :
Ummi Aisyah ­ Tahlilan
bismillah ….

Afwan … saya ingin ajukan pertanyaan …
1. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat
RASULULLAHU SAW meninggal dunia?
2. siapakah yang memimpin tahlilan ketika imam syafi’i
meninggal dunia?

nb : Untuk Allahu, bila ada yang dapat jawab pertanyaan
saya jadi saya bakal belajar ISLAM pada yang bisa
menjawabnya.

Baiklah saya Jefri Nofendi bakal menjawabnya serta sesuai
perjanjian dalam catatan kecil (nb) jadi apabila pertanyaan
itu dapat dijawab jadi semua golongan salafiwahabi
bersedia belajar ISLAM dengan saya, ,
Jawaban masalah 1 : tak ada yang memimpin tahlilan saat
NABI MUHAMMAD SAW meninggal dunia, argumennya lantaran NABI
MUHAMMAD SAW yaitu maksum serta beliau sudah
ditanggung dengan rahmat ALLAHU SWT masuk surga, , kalau
waktu RASULLLAH SAW meninggal dunia diselenggarakan tahlilan itu artinya
berasumsi serta menuduh NABI tak maksum, , tahlilan
cuma berlaku untuk mereka yg tidak maksum serta tidak
memperoleh jaminan rahmat masuk SURGA, , karena
RASULULLAH SAW yaitu maksum jadi tak ada tahlilan
untuk beliau lantaran tak ada tahlilan jadi tak ada
seseorangpun yang memimpin tahlilan.
2. yang memimpin tahlilan saat imam syafi’i meninggal dunia adalah
seseorang wali (penguasa) yang bernama
Muhammad bin as­Suri bin al­Hakam, muhammad bin assuri
bin al­hakam yaitu seorang yang diwasiatkan oleh
imam syafi’i, jika beliau meninggal dunia supaya dimandikan dan
diurus oleh muhammad bin as­suri bin al hakam, dari
memandikan, memimpin sholat jenazah, menguburkan,
mendo’akan dan tahlilan berbarengan jama’ah yang lain yang
ada waktu imam syafi’i meninggal dunia, … cerita detik detik meninggal dunianya
imam syafi’i serta wasiatnya tercatat dalam tarikh histori,
serta bahkan juga wikipedia ada juga kok menuliskan ini berikut
kutipan cerita meninggal dunianya imam syafi’i :
——————————————————­
Disuatu hari, Imam Syafi’i terserang wasir, serta tetap
demikian sampai kadang-kadang bila ia naik kendaraan darahnya
mengalir tentang celananya bahkan juga tentang pelana dan
kaus kakinya. Wasir ini benar­benar menyiksanya selama
nyaris empat th., ia memikul sakit untuk ijtihadnya
yang baru di Mesir, membuahkan empat ribu lembar.
Diluar itu ia selalu mengajar, mempelajari dialog dan mengkaji
baik siang ataupun malam.
 hebat­ inilah­jawaban­ ahlu­sunnah­yang. html 4/7
Disuatu hari muridnya Al­Muzani masuk menghadap
serta berkata, “Bagamana keadaan Anda wahai guru? ” Imam
Syafi’i menjawab, “Aku sudah siap meninggalkan dunia,
meninggalkan beberapa saudara serta rekan, mulai meneguk
minuman kematian, pada Allah dzikir selalu terucap.
Sungguh, Untuk Allah, saya tidak tahu apakah jiwaku akan
jalan menuju surga hingga butuh saya ucapkan
selamat, atau tengah menuju neraka hingga saya harus
berkabung? ”

Kemudian, dia lihat di sekitarnya seraya berkata
pada mereka, “Jika saya wafat, pergilah kalian
pada wali (penguasa), serta mintalah padanya supaya mau
memandikanku, ” lantas sepupunya berkata, “Kami bakal turun
sebentar untuk salat. ” Imam menjawab, “Pergilah dan
kemudian duduklah di sini menanti keluarnya ruhku. ”
Sesudah sepupu serta murid­muridnya salat, sang Imam
ajukan pertanyaan, “Apakah engkau telah salat? ” lantas mereka
menjawab, “Sudah”, lantas ia minta satu gelas air, ketika itu
tengah musim dingin, mereka berkata, “Biar kami campur
dengan air hangat, ” ia berkata, “Jangan, baiknya dengan
air safarjal”. Kemudian ia meninggal dunia. Imam Syafi’i meninggal dunia pada
malam Jum’at mendekati subuh pada hari paling akhir bulan
Rajab th. 204 Hijriyyah atau th. 809 Miladiyyah pada
umur 52 th..

Tak lama sesudah berita kematiannya menyebar di Mesir
sampai rasa sedih serta duka menempa semua warga, mereka
semuanya keluar dari rumah menginginkan membawa jenazah di atas
pundak, lantaran dahsyatnya rasa sedih yang menempa
mereka.

Tak ada pengucapan yang terucap waktu itu selain
permintaan rahmat serta ridha untuk yang sudah pergi.

 Menampar Seluruh Kaum Wahabi Salafi Tentang Siapa yang Menahlili Rasulullah?? Tolonga Bagikan pada S… http://www.seputaredukasi.com/2016/11/hebat­inilah­jawaban­ahlu­sunnah­yang.html 4/7 Pada suatu hari muridnya Al­Muzani masuk menghadap dan berkata, “Bagamana kondisi Anda wahai guru?” Imam Syafi’i menjawab, “Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, aku tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju surga sehingga perlu aku ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga aku harus berkabung?” Setelah itu, dia melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada mereka, “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku,” lalu sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku.” Setelah sepupu dan murid­muridnya salat, sang Imam bertanya, “Apakah engkau sudah salat?” lalu mereka menjawab, “Sudah”, lalu ia minta segelas air, pada saat itu sedang musim dingin, mereka berkata, “Biar kami campur dengan air hangat,” ia berkata, “Jangan, sebaiknya dengan air safarjal”. Setelah itu ia wafat. Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun. Tidak lama setelah kabar kematiannya tersebar di Mesir hingga kesedihan dan duka melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa jenazah di atas pundak, karena dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka. Tidak ada perkataan yang terucap saat itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.

Beberapa ulama pergi menjumpai wali Mesir yaitu
Muhammad bin as­Suri bin al­Hakam, memohonnya datang
ke rumah duka untuk memandikan Imam sesuai sama dengan
wasiatnya. Ia berkata pada mereka, “Apakah Imam
meninggalkan hutang? ”, “Benar! ” jawab mereka serempak.
Lantas wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutanghutang
Imam semuanya. Kemudian wali Mesir
memandikan jasad sang Imam.

Jenazah Imam Syafi’i diangkat dari tempat tinggalnya, melewati
jalan al­Fusthath serta pasarnya sampai hingga ke daerah
Darbi as­Siba, saat ini jalan Sayyidah an­Nafisah. Serta,
Sayyidah Nafisah memohon untuk memasukkan jenazah
Imam ke tempat tinggalnya, sesudah jenazah dimasukkan, dia turun
ke halaman rumah lalu salat jenazah, serta berkata,
“Semoga Allah merahmati asy­Syafi’i, sungguh ia benarbenar
berwudhu dengan baik. ”

Jenazah lalu dibawa, hingga ke tanah anak­anak Ibnu
Abdi al­Hakam, di sanalah ia dikuburkan, yang kemudian
populer dengan Turbah asy­Syafi’i hingga hari ini, dan
di sana juga di bangun sebuan masjid yang di beri nama
Masjid asy­Syafi’i. Masyarakat Mesir selalu menerus
menziarahi makam sang Imam hingga 40 hari 40 malam,
tiap-tiap penziarah tidak gampang bisa hingga ke makamnya
lantaran banyak peziarah.

nah saya telah menjawabnya dengan keterangan yang
dibarengi bukti serta alasan, sesuai sama perjanjian harap
golongan salafiwahabi yang mengupload gambar tersebur
selekasnya belajar ISLAM dengan saya/Jefri Nofendi, serta bila
kalian menginginkan belajar ISLAM dengan saya berharap kalian di
hadapan saya mengucap kembali 2 kalimah syahadat,
namun bila kalian salafiwahabi malas serta memungkiri
perjanjian, silahkan jilat lagi ludah kalian kembali yang
mengatasnamakan sumpah “Demi
allaah”,

“BERSUMPAH PALSU ADALAH DOSA BESAR YANG
PELAKUNYA SUDAH PASTI DIGANJAR MASUK NERAKA
KECUALI DIRINYA BERTOBAT!!! “
Tertanda
Jefri Nofendi

ASWAJA Bagian IT NB : silahkan copy-paste serta berbagi seluas luasnya untuk rekan
rekan yang lain apabila diantar gambar itu atau
dihadapkan pertanyaan seperti gambar itu …. buat
golongan salafiwahabi yg tidak terasa gengsi mengupload
gambar itu saya tunggulah keberaniannya untuk
bersedia belajar ISLAM dengan saya sendiri,